Tim Pembina Samsat NTT Serukan Hal Penting bagi Pemilik dan Pengendara Kendaraan Bermotor

Tim Pembina Samsat NTT

KUPANGTim Pembina Samsat (Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap) Provinsi NTT, menghimbau agar masyarakat selalu disiplin dalam berkendara, di samping mematuhi peraturan perundang-undangan yang berlaku, dengan melakukan registrasi dan identifikasi kendaraannya.

Pada kesempatan ini juga diharapkan masyarakat memanfaatkan apa yang sudah dilakukan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Nusa Tenggara Timur (NTT) saat ini, yaitu Tax Amnesti.

Bacaan Lainnya

Hal ini mencuat saat Tim Pembina Samsat NTT yang terdiri dari Kepala PT Jasa Raharja Cabang NTT, Muhammad Hidayat; Direktur Lalu Lintas Polda NTT, Kombes Pol. Rahmat Hakim, S.I.K., M.H; serta Kepala BPAD Provinsi NTT, Alexon Lumba, sebagai narasumber pada Podcast Pos Kupang, Rabu (31/8/2022), dengan host Ferry Jahang dan mengusung tema Menuju NTT Tertib Berlalu Lintas, Taat Pajak, dan Peduli Keselamatan Berkendara.

Pada kesempatan tersebut Kepala BPAD Provinsi NTT, Alexon Lumba menegaskan, Tax Amnesti atau keringanan pajak bagi masyarakat, sangat berdampak positif bagi peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), khususnya dari pajak kendaraan bermotor.

Tax Amnesti kendaraan bermotor ini, digunakan untuk untuk membangun kembali NTT. Dengan sadar menggunakan jalan, tetapi kita juga harus sadar untuk membayar pajak, sehingga dengan pajak yang ada kita bisa membangun kembali jalan-jalan yang rusak,” kata Alexon Lumba.

Kesempatan yang sama Direktur Lalu Lintas Polda NTT, Kombes Pol. Rahmat Hakim, mengingatkan pentingnya tertib dalam berlalu lintas, baik saat berjalan di jalan raya maupun dalam hal registrasi dan identifikasi kendaraan sampai dengan membayar pajak dan membayar Sumbangan Wajib Kecelakaan Lalu Lintas (SWKLL).

“Karena itu semua dari kita untuk kita,” imbuhnya.

Terkait implementasi ketentuan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 khususnya Pasal 74 tentang penghapusan registrasi kendaraan bermotor, jelas Rahmat, kita menghimbau agar seluruh masyarakat untuk taat dalam melakukan registrasi kendaraannya sehingga data kendaraan tidak dihapus dan menjadi kendaraan yang tidak layak jalan,” pungkas Rahmat Hakim.

Senada, Kepala PT Jasa Raharja Cabang NTT, Muhammad Hidayat, berharap Provinsi NTT ini sadar keselamatan berlalu lintas dan menjadikan tertib berlalu lintas sebagai budaya.

Menurutnya, untuk mewujudkan hal tersebut diperlukan keterlibatan seluruh elemen masyarakat dan stakeholder termasuk insan pers.

Untuk menjawab harapan ini, Jasa Raharja NTT menggandeng para jurnalis untuk memberi pencerahan kepada masyarakat sehingga bisa menjadikan kesadaran berlalu lintas sebagai budaya.

“Kami juga butuh insight untuk meningkatkan kepedulian masyarakat dalam keselamatan berkendara, serta memberikan inovasi-inovasi yang mungkin bisa kami butuhkan untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat,” ujar Muhammad Hidayat.

Di samping itu, kata Hidayat, Jasa Raharja NTT juga melakukan pemetaan langkah strategis termasuk yang berbasis dari media dan publikasi, terutama dalam rangka meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap jasa Raharja.

Pada kesempatan itu, Muhamad Hidayat juga mengajak masyarakat NTT untuk memanfaatkan kesempatan Tax Amnesti ini untuk membayar pajak kendaraan.

“Manfaatkan kesempatan yang sudah diberikan oleh pemerintah untuk melakukan pembayaran pajak,” imbau Hidayat.

Di ujung pernyataannya, Hidayat menghimbau agar semua pengandara untuk tertib dan berhati-hati dalam berkendara.

“Keselamatan adalah nomor satu. Sayangi keluarga anda, berkendaralah dengan baik, sesuai dengan aturan. Semoga semuanya kita selamat sampai tujuan, karena keluarga menunggu di rumah,” pungkas Hidayat. (*/JR)

Pos terkait