Tekan AKI dan AKB, Ini yang Dilakukan Pemkot Kupang

 

KUPANG, NL – Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) adalah salah satu persoalan yang menjadi perhatian serius di Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Bacaan Lainnya

Salah satu strategi untuk menurunkan AKI dan AKB di Provinsi NTT adalah dengan membangun dan memperkuat jejaring sistem rujukan untuk pelayanan yang tepat waktu, memperkuat tata kelola sistem rujukan, dan meningkatkan keterlibatan aktif masyarakat dalam perawatan ibu dan bayi yang baru lahir.

Untuk mewujudkan strategi itu, Penjabat Wali Kota Kupang, George M. Hadjoh, SH., hadir dalam acara Penandatanganan Kerja Sama (PKS) antar wilayah untuk mendukung pelayanan kesehatan bersama para Kepala Daerah dari 5 Kabupaten di NTT, antara lain: Kabupaten Kupang, Kabupaten TTS, Kabupaten Rote Ndao, Kabupaten Sabu Raijua dan Kabupaten Alor, bertempat di Hotel Kristal Kupang, Jumat (3/2/2023).

Kegiatan ini difasilitasi melalui program USAID Momentum yang berkomitmen untuk mendukung kesehatan ibu dan bayi baru lahir serta menurunkan Angka Kematian Bayi (AKB) dan Angka Kematian Ibu (AKI) di Provinsi NTT.

Pada kesempatan itu dilakukan pula PKS rujukan antar fasilitas layanan kesehatan yang di tandatangani oleh para Direktur Rumah Sakit Umum Daerah dari sejumlah kabupaten/kota tersebut di atas.

Pada kesempatan tersebut Penjabat Wali Kota menyampaikan terima kasih kepada USAID Momentum yang telah berkolaborasi dan memfasilitasi sehingga terjadinya kerja sama yang sangat penting ini.

Menurutnya, kemampuan atau kompetensi tenaga kesehatan, sarana pendukung, manajemen, dan standar atau pedoman dalam memberikan layanan dan terlaksananya rujukan balik adalah syarat yang perlu dipastikan tersedia dan berjalan maksimal di fasilitas kesehatan dalam pelayanan rujukan yang efektif dan efisien.

“Dalam upaya mengatasi keterlambatan rujukan, maka perlu ditingkatkan jaringan penyedia layanan kesehatan untuk menangani persalinan dan perawatan ibu dan bayi baru lahir sehingga mampu menekan AKB dan AKI,” ujarnya.

Kata Pj. Wali Kota, saat ini Pemerintah Kota Kupang berkomitmen untuk menurunkan AKB dan AKI.

“AKI di Kota Kupang pada tahun 2022 adalah 9 kasus dari 7.823 kelahiran hidup, sedangkan AKB terjadi 56 kasus dari 7.823 kelahiran hidup atau 716/100.000 kelahiran hidup. Keterlambatan dalam pengambilan keputusan, keterlambatan tiba di tempat rujukan, serta keterlambatan penanganan adalah faktor yang sangat berpengaruh dalam keselamatan ibu dan anak,” sebutnya.

Ia menambahkan, kegiatan ini sangat bernilai bagi Pemerintah Kota Kupang, dimana para bupati yang hadir akan bersama-sama bergandeng tangan dalam upaya menekan AKB dan AKI.

Ia juga menjelaskan bahwa kondisi RSUD SK Lerik saat ini sudah menjadi rumah sakit dengan fasilitas yang cukup memadai dan dapat dijadikan rumah sakit rujukan dari kabupaten lain untuk penanganan berbagai macam penyakit.

Kegiatan ini merupakan salah satu dukungan pemerintah Amerika Serikat melalui program USAID Momentum kepada Pemerintah Indonesia untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan ibu dan bayi baru lahir di Provinsi NTT.

Turut hadir Staf Khusus Gubernur NTT bidang Kesehatan, dr. Stef Bria Seran, Chief of Party USAID Momentum, Djoko Sutikno, SPM Cluster Timor, Idawati Trisno, para Kepala Dinas Kesehatan, para Kepala Bappelitbang serta para Direktur RSUD dari 6 kabupaten/kota tersebut.*

Pos terkait