Jelang Muswil ke-VIII Muhammadiyah NTT, Panitia Selenggarakan Khitanan Masal di Ende

 

ENDE, NL – Pengurus Muhammadiyah Provinsi Nusa Tenggara Timur akan melaksanakan Musyawarah Wilayah (Muswil) ke-VIII di Ende.

Bacaan Lainnya

Menjelang Muswil, Panitia Gebyar Muswil ke-VIII Muhammadiyah NTT melaksanakan kegiatan khitanan masal bagi 225 anak di Kabupaten Ende.

Kegiatan Khitanan masal tersebut dilaksanakan selama dua hari yakni pada tanggal 15 hingga 16 Maret 2023 di bangunan Klinik Pelayanan Kesejahteraan Umum Muhammadiyah, Jl. Mahoni – Ende.

Ketua Panitia Gebyar Muswil, Amin Aserakal, dalam laporannya pada pembukaan kegiatan khitanan masal menyampaikan bahwa menjelang Muswil 8 Muhammadiyah NTT, pihaknya menyelenggarakan dua jenis kegiatan yakni jalan sehat bersama dan khitanan masal.

Disampaikannya, dalam pelaksanaan khitanan masal pihaknya menargetkan 100 peserta kaum dhu’afa, namun dalam pelaksanaan peserta yang mendaftar berkembang menjadi 225 anak berasal dari Kecamatan Maurole, Kecamatan Maukaro, Kecamatan Wolowaru, Kecamatan Nangapanda dan Kecamatan dalam Kota Ende.

Tim Medis pelaksana khitanan berasal dari Dinas Kesehatan Kabupaten Ende, Puskesmas Ngalupolo, Puskesmas Rukun Lima, Puskesmas Kota Ratu dan RSUD Ende dengan total tenaga medis baik operator maupun asisten berjumlah 30 orang.

Bupati Ende H. Djafar H. Achmad dalam sambutannya pada kegiatan pembukaan khitanan masal menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Muhammadiyah yang telah melaksanakan kegiatan khitanan masal tersebut sebagai bentuk kepedulian terhadap kaum dhu’afa.

“Sebagai Bupati Ende, saya bersama Wakil Bupati Ende menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi kepada pengurus daerah Muhammadiyah Kabupaten Ende yang telah melaksanakan khitanan masal untuk membantu anak-anak dari kaum dhu’afa ini,” ucap Djafar.

Ia mengaku berbangga dengan Muhammadiyah yang selalu sukses dalam melaksanakan setiap kegiatan. Bupati Djafar berharap agar seluruh kegiatan dalam rangka menyambut Muswil VIII Muhammadiyah NTT saat ini dapat berjalan dengan lancar dan sukses.

Sebagai Bupati Ende, Djafar meminta agar pengurus daerah Muhamadiyah Kabupaten Ende juga memperhatikan kaum dhu’afa yang berada di desa Pemo, Kecamatan Kelimutu, khususnya dalam melaksanakan kegiatan sosial seperti khitanan masal dan sebagainya.

Ke depannya, kata Bupati Djafar harus diupayakan adanya dokter ahli penyakit dalam. Daat ini, sambungnya, Kabupaten Ende memiliki semua fasilitas kesehatan dan peralatan medis, namun tidak ada tenaga dokter ahli penyakit dalam, maka bersama Kadis Kesehatan pihaknya akan berupaya mendatangkan dokter ahli penyakit dalam di Ende.

Bupati Djafar juga menyampaikan rasa syukurnya karena kehadiran satu fasilitas kesehatan baru di Kabupaten Ende yakni Klinik PKU Muhamadiyah. Menurutnya, hal tersebut merupakan suatu langkah bagus yang dilakukan oleh Muhammadiyah untuk membantu meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Kabupaten Ende.

Hadir dalam kegiatan khitanan masal tersebut; Kapolres Ende AKBP Andre Librian, Kadis Kesehatan kabupaten Ende dr. Aries Dwi Lestari, Ketua MUI Ende H. Aladin Yunus, Ketua Muhammadiyah Ende H. Iskandar M. Mberu bersama Segenap pengurus daerah Muhammadiyah Kab. Ende, Sekcam Ende Utara Syamsul Bachri Suweti dan Lurah Kota Ratu Adhar Do.*

Pos terkait