KUPANG, nusalontar.com | Di balik kokohnya infrastruktur listrik yang menyala di rumah-rumah warga Nusa Tenggara Timur, ada kerja keras para pejuang lapangan yang harus dipastikan keselamatannya. Memahami hal tersebut, PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Transmisi (UPT) Kupang mengajak mitra kerjanya untuk kembali menanamkan satu janji utama: pulang dengan selamat.
Melalui kegiatan edukasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang digelar di kantor PLN UPT Kupang pada Selasa (14/07/2026) , PLN ingin memastikan bahwa pembangunan Emergency Restoration System (ERS) Tower tidak hanya mengejar target waktu, tetapi juga menjunjung tinggi nilai kemanusiaan.
Tiga mitra kerja—PT Aneka Berkat Karya, PT Arhadi Fajar Perkasa, dan PT Kelinci Mas Unggul—diundang bukan hanya untuk membahas teknis pekerjaan, melainkan untuk berbagi misi agar setiap orang yang berangkat bekerja di pagi hari, bisa kembali memeluk keluarga mereka dengan utuh di sore hari.
Manager PLN UPT Kupang, Muhammad Husen, membuka sesi dengan pesan yang menyentuh hati. Baginya, angka dan target proyek tidak ada artinya jika ada pekerja yang celaka.
“Bagi kami, keberhasilan sebuah proyek tidak cukup hanya dari tower yang berdiri tegak. Ukuran keberhasilan yang sesungguhnya adalah ketika seluruh rekan-rekan mitra bisa melaksanakan tugas dengan aman dan pulang ke rumah dalam keadaan sehat untuk berkumpul bersama keluarga,” ungkap Husen dengan nada serius namun hangat.
Materi edukasi yang dibawakan oleh Team Leader K3L dan KAM PLN UPT Kupang, I Gede Agus Widanta, dikemas bukan sebagai instruksi kaku, melainkan sebagai bentuk saling jaga. Peserta diajak memetakan risiko di lapangan seolah sedang menjaga rekan kerja sendiri.
“K3 bukan sekadar dokumen administratif atau kewajiban perusahaan. Ini adalah bentuk kepedulian kita terhadap rekan di samping kita. Saat kita memakai APD dengan benar atau mematuhi prosedur, kita sedang menjaga nyawa diri sendiri dan orang yang kita sayangi,” ujar Gede di depan para peserta.
General Manager PLN Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Timur, F. Eko Sulistyono, menambahkan bahwa budaya keselamatan harus menjadi perilaku yang melekat, bukan beban.
“Kami ingin K3 menjadi kesadaran murni. Ketika setiap insan di lapangan sudah sadar bahwa keselamatan adalah prioritas utama, maka lingkungan kerja yang produktif dan berkelanjutan akan tercipta dengan sendirinya,” jelas Eko.
Salah satu peserta, Abdul Kadir Jaelani, mengaku merasa lebih tenang setelah mengikuti kegiatan ini. Baginya, pembekalan ini memberikan perspektif baru bahwa keselamatan adalah tanggung jawab kolektif.
“Edukasi ini seperti pengingat bagi kami. Bukan soal takut pada aturan, tapi soal menghargai diri sendiri dan keluarga yang menunggu di rumah. Materi yang disampaikan sangat relevan dan membuat kami lebih waspada dengan kondisi di lapangan,” ujar Abdul.
Melalui sinergi ini, PLN UPT Kupang berharap pembangunan ERS Tower ini menjadi contoh nyata bahwa kemajuan infrastruktur listrik di NTT harus berbanding lurus dengan kesejahteraan dan keselamatan setiap jiwa yang terlibat di dalamnya.***
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NusaLontar.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
