KUPANG, nusalontar.com | Sebagai upaya menghadirkan keadilan energi bagi seluruh masyarakat hingga ke pelosok Nusa Tenggara Timur (NTT), PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Proyek Ketenagalistrikan (UP2K) Kupang berhasil menyelesaikan pembangunan jaringan listrik baru di 44 lokasi yang tersebar di Pulau Timor hingga akhir semester I tahun 2026.
Keberhasilan peningkatan Rasio Desa Berlistrik (RDB) ini merupakan buah kolaborasi solid antara PLN, pemerintah daerah, aparat desa, serta masyarakat. Bersama-sama, mereka berhasil mengatasi berbagai tantangan geografis dan cuaca ekstrem demi menghadirkan terang di wilayah tersebut.
Adapun ke-44 lokasi baru yang kini telah berlistrik tersebut tersebar di 5 kabupaten di Pulau Timor, dengan rincian sebagai berikut:
* Kabupaten TTS: 18 Lokasi
* Kabupaten TTU: 11 Lokasi
* Kabupaten Malaka: 8 Lokasi
* Kabupaten Kupang: 6 Lokasi
* Kabupaten Belu: 1 Lokasi
Perjalanan menghadirkan listrik di puluhan lokasi ini bukanlah perkara mudah. Kondisi geografis yang didominasi perbukitan, medan yang sulit dijangkau, keterbatasan akses jalan, hingga curah hujan yang tinggi kerap menjadi kendala utama dalam mobilisasi material maupun pelaksanaan pekerjaan di lapangan. Namun, berkat kerja keras seluruh insan PLN dan dukungan penuh dari berbagai pihak, pembangunan jaringan listrik desa ini dapat dituntaskan dengan baik.
Antusiasme warga telah terlihat sejak tahap awal proyek. Mulai dari proses sosialisasi, warga aktif mengikuti setiap tahapan dan antusias mencari informasi mengenai pembangunan jaringan hingga proses penyambungan listrik ke rumah-rumah mereka.
Bahkan, tidak sedikit warga yang secara sukarela membantu proses perabasan jalur jaringan (right of way) untuk mempercepat pembangunan. Saat pelaksanaan uji coba pembebanan (commissioning test), masyarakat bersama perangkat desa turut menyaksikan langsung momen bersejarah ketika aliran listrik pertama kali masuk ke desa mereka—sebuah momen penuh haru yang telah lama dinantikan.
Salah satu wilayah yang kini merasakan manfaatnya adalah Desa Tautpah, Kecamatan Biboki Selatan TTU. Kepala Desa Tautpah, Tarcisius Sako, menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas kehadiran listrik di desanya.
“Hari ini listrik sudah mulai masuk di Kampung Adat, Dusun 6. Saya menyampaikan terima kasih banyak kepada PLN atas upayanya yang luar biasa memasukkan listrik ke wilayah kami. Terima kasih,” ujarnya penuh haru.
Hadirnya listrik membuka berbagai peluang baru bagi masyarakat setempat. Selain memberikan penerangan yang layak, listrik diharapkan mampu meningkatkan akses pendidikan, mempermudah akses informasi, mendukung perkembangan usaha ekonomi produktif, serta meningkatkan kualitas kehidupan sosial masyarakat secara keseluruhan.
Hingga Juni 2026, Rasio Desa Berlistrik (RDB) di wilayah kerja UP2K Kupang—yang meliputi Pulau Timor, Rote, Sabu, dan Alor—telah mencapai 97,94 persen. Capaian ini menjadi motivasi besar bagi PLN untuk terus mempercepat pembangunan jaringan listrik hingga seluruh desa dapat menikmati akses energi secara merata.
Manager PT PLN (Persero) UP2K Kupang, Albertus Koko Hendriyanto, menyampaikan bahwa keberhasilan melistriki 44 lokasi ini adalah wujud nyata dari sinergi kelompok yang memiliki visi sama, yaitu menghadirkan energi kehidupan bagi masyarakat.
“Walaupun melalui proses yang tidak mudah, akhirnya pembangunan jaringan listrik di 44 lokasi ini dapat diselesaikan dengan baik. Keberhasilan ini merupakan hasil kolaborasi antara PLN, pemerintah daerah, aparat desa, serta masyarakat yang terus mendukung kami. Kami berharap listrik yang kini hadir membawa sukacita, membuka peluang ekonomi baru, meningkatkan kualitas pendidikan, dan menjadi pendorong kesejahteraan masyarakat di masa depan,” kata Koko.
Sementara itu, General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah (UIW) Nusa Tenggara Timur, F. Eko Sulistyono, menegaskan bahwa pemerataan akses listrik merupakan bagian dari komitmen PLN untuk memastikan seluruh masyarakat NTT memperoleh hak energi yang sama.
“Setiap desa yang berhasil dialiri listrik adalah wujud nyata kehadiran negara melalui PLN dalam menghadirkan keadilan energi. Kami meyakini bahwa listrik bukan sekadar penerangan, tetapi fondasi bagi kemajuan pendidikan, pelayanan kesehatan, pertumbuhan ekonomi, hingga peningkatan kualitas hidup masyarakat. Karena itu, PLN akan terus mempercepat pembangunan infrastruktur kelistrikan hingga seluruh desa di NTT dapat menikmati listrik yang andal, aman, dan berkelanjutan sebagai penggerak utama pembangunan daerah,” tegas Eko.
Melalui semangat “Listrik untuk Kehidupan yang Lebih Baik”, PLN berkomitmen melanjutkan pembangunan infrastruktur kelistrikan hingga menjangkau seluruh wilayah yang belum berlistrik. Dengan sinergi yang kuat bersama pemerintah dan masyarakat, PLN optimistis target pemerataan akses listrik di NTT dapat segera terwujud secara menyeluruh hingga ke pelosok negeri.***
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NusaLontar.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
