Indeks

Cahaya di Tengah Bencana: Tatkala Insan PLN Sisihkan Rezeki Melistriki Rumah Warga Flores

Editor: Joe Radha
Manager PLN UP3 Flores Bagian Barat dan ULP Labuan Bajo bersama tim PLN saat mendatangi rumah Antonius Genggor Yanto untuk menyerahkan dan menyalakan listrik secara simbolis melalui program Light Up The Dream (LUTD) bagi di Desa Gorontalo, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat.

LABUAN BAJO, nusalontar.com | Di saat sebagian besar wilayah daratan Flores masih berjibaku memulihkan diri pascabencana, pelita harapan dinyalakan di Desa Gorontalo, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat. Melalui donasi sukarela dari penghasilan pribadi, para pegawai PT PLN (Persero) mewujudkan mimpi Antonius Genggor Yanto (40) untuk memiliki meteran listrik sendiri di rumahnya pada Senin (31/08)

Bagi Antonius yang sehari-hari mencari nafkah sebagai petugas keamanan (security), memiliki instalasi listrik mandiri dulunya adalah hal yang sulit diwujudkan. Namun, melalui program Light Up The Dream (LUTD)—gerakan kepedulian dari donasi mandiri insan PLN—rumah Antonius kini benderang.
“Saya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada seluruh pegawai PLN yang secara tulus membantu kami. Bagi keluarga kami, bantuan ini luar biasa berarti. Sekarang rumah sudah terang, anak-anak bisa belajar, dan aktivitas kami sehari-hari di malam hari menjadi jauh lebih mudah,” ungkap Antonius penuh haru saat listrik di rumahnya resmi menyala.

Manager PLN UP3 Flores Bagian Barat, Eki Putra, menjelaskan bahwa penyalaan listrik program LUTD kali ini terasa sangat emosional. Pasalnya, inisiatif berbagi ini dilaksanakan tepat ketika seluruh tenaga dan pikiran insan PLN tengah dikerahkan secara masif untuk memulihkan jaringan kelistrikan umum yang terdampak bencana.
“Di tengah masa pemulihan pascabencana yang menguras energi, semangat teman-teman untuk berbagi dari kantong pribadinya ternyata tidak surut. Ini membuktikan bahwa bagi insan PLN, melistriki masyarakat bukan sekadar kewajiban profesi, melainkan panggilan kemanusiaan. Kami berharap terang di rumah Bapak Antonius menjadi awal kehidupan yang lebih nyaman bagi keluarganya,” papar Eki.

Kebahagiaan yang dirasakan Antonius turut dinikmati oleh keluarga lain. Pada bulan ini, berkat uluran tangan pegawai PLN UP3 Flores Bagian Barat, sebanyak 11 pelanggan kurang mampu yang tersebar dari Kabupaten Manggarai Barat hingga Kabupaten Ende berhasil mendapatkan sambungan listrik gratis.

Hal senada disampaikan Manager PLN ULP Labuan Bajo, Oscarlian Ratu. Menurutnya, turun langsung ke rumah warga untuk menyalakan listrik memberikan suntikan moral tersendiri bagi para petugas di lapangan yang sedang berjuang mengawal pemulihan pascabencana.
“Kami bekerja setiap hari memastikan keandalan sistem kelistrikan. Namun melalui LUTD, kami diingatkan bahwa kepedulian bisa dimulai dari langkah sederhana. Justru di tengah situasi sulit seperti sekarang, rasa kebersamaan dan kerelaan berkorban menjadi semakin esensial. Keadaan yang sulit tidak boleh memadamkan kebaikan,” tegas Oscar.

Sementara itu, General Manager PLN Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Timur (UIW NTT), F. Eko Sulistyono, menegaskan bahwa semangat berbagi merupakan bagian dari komitmen insan PLN untuk terus hadir di tengah masyarakat, terlebih dalam situasi penuh tantangan pascabencana.
“Listrik adalah kebutuhan dasar yang memiliki arti besar bagi kehidupan masyarakat. Melalui Light Up The Dream, kami ingin memastikan bahwa semangat menghadirkan terang tidak berhenti pada pembangunan dan pemulihan infrastruktur saja, melainkan juga diwujudkan lewat kepedulian antarsesama. Di tengah kondisi Flores yang sedang bangkit dari bencana, kepedulian insan PLN menjadi energi positif yang terus kami jaga,” ujar Eko.

Eko menambahkan, hadirnya listrik di rumah masyarakat tidak sekadar memberikan penerangan, tetapi juga membuka ruang bagi perkembangan anak dan ekonomi keluarga.
“Kami berharap setiap rumah yang dinyalakan melalui LUTD dapat menjadi simbol harapan. Ketika listrik menyala, ada kenyamanan yang hadir, ada kesempatan bagi anak-anak untuk belajar lebih baik, serta aktivitas keluarga yang berjalan lebih lancar. Semoga kepedulian kecil ini memberikan manfaat yang besar,” pungkasnya.

Program Light Up The Dream kembali membuktikan bahwa energi yang dialirkan PLN tidak hanya bersumber dari kabel dan infrastruktur jaringan, melainkan juga dari ketulusan hati para pegawainya. Ketika sebagian insan PLN berjuang memulihkan jaringan akibat bencana, ruang kepedulian tetap bergerak senyap memastikan keluarga kurang mampu di Flores dapat merasakan terang dan menatap masa depan dengan lebih optimis.***

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NusaLontar.Com

+ Gabung

Exit mobile version