Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,61%, Namun Kualitas Penyerapan Tenaga Kerja Masih Didominasi Sektor Informal

200
Reporter : Dedy Editor: Redaksi
Gemini_Generated_Image_p514tvp514tvp514
Oleh: Dedy
Netizen 62

JAKARTA – Indonesia mencatatkan pertumbuhan ekonomi yang cukup membanggakan pada awal tahun ini. Berdasarkan data terbaru, ekonomi nasional tumbuh impresif sebesar 5,61% secara tahunan (year-on-year) pada Kuartal I-2026. Namun, di balik angka pertumbuhan yang tinggi tersebut, sektor ketenagakerjaan justru menunjukkan sinyal yang kontradiktif.

Badan Pusat Statistik (BPS) baru saja merilis hasil Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) periode Februari 2026 pada Selasa (5/5/2026). Meskipun angka pengangguran secara umum menurun, kualitas pekerjaan yang tersedia menjadi catatan serius bagi pemerintah.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Mau usaha anda di lihat ribuan orang?  Klik Disini!!!

Sektor Informal Masih Mendominasi

BPS mencatat jumlah penduduk bekerja di Indonesia meningkat menjadi 147,67 juta orang, atau bertambah hampir 2 juta orang dibandingkan tahun sebelumnya. Sejalan dengan itu, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) juga turun ke angka 4,68%.

Meski secara kuantitas meningkat, penyerapan tenaga kerja ini ternyata masih didominasi oleh sektor informal. Pekerjaan di sektor ini cenderung memiliki produktivitas rendah dan jaminan kesejahteraan yang kurang stabil. Jika tren ini terus berlanjut tanpa perbaikan kualitas, dikhawatirkan akan mempengaruhi keberlanjutan pertumbuhan ekonomi nasional dalam jangka panjang.

Tantangan Pengangguran di Usia Muda

Tantangan besar lainnya yang terlihat dari data BPS adalah tingginya angka pengangguran di kalangan generasi muda (usia 15-24 tahun). Berdasarkan laporan terbaru:

  • Pengangguran Usia Muda: Masih bertengger di angka 16,36%.
  • Lulusan SMK: Menyumbang angka pengangguran sebesar 7,74%.
  • Lulusan Universitas: Tercatat sebesar 6,13%.

Tingginya angka pengangguran pada lulusan terdidik menunjukkan adanya mismatch atau ketidaksesuaian antara keahlian yang dimiliki pencari kerja dengan kebutuhan industri saat ini.

Pemerintah kini dihadapkan pada tugas berat untuk tidak hanya menciptakan lapangan kerja baru, tetapi juga meningkatkan kualitas dan relevansi pasar tenaga kerja demi menjaga momentum pertumbuhan ekonomi yang berkualitas.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NusaLontar.Com

+ Gabung

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *