Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Jadi Ruang Tumbuh Talenta Muda, Wagub NTT Apresiasi Rumah Musik Siloam

200
Editor: Joe Radha

 

KUPANG, nusalontar.com | Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma mengunjungi Rumah Musik Siloam, Kota Kupang, pada Selasa (22/9/2026) malam. Kunjungan tersebut menjadi momentum untuk melihat secara langsung aktivitas pembinaan seni sekaligus mendorong pengembangan talenta generasi muda NTT melalui pendidikan nonformal.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Mau usaha anda di lihat ribuan orang?  Klik Disini!!!
Baca Juga:
Pemprov NTT Terbitkan Pergub Nomor 24 Tahun 2026 tentang Jam Belajar, Simak Tujuannya

Kehadiran Wakil Gubernur disambut pengelola Rumah Musik Siloam, para guru dan pengajar, orang tua murid, serta siswa-siswi yang sedang mengikuti berbagai program pelatihan. Dalam kesempatan tersebut, Johni juga secara resmi membuka kelas musik gerejawi yang menjadi salah satu program pembinaan di Rumah Musik Siloam.

Berdasarkan pemaparan profil Rumah Musik Siloam, lembaga tersebut berdiri pada 19 Juni 2016 dan berkembang menjadi Yayasan Karya Musik Siloam sejak 22 Juli 2020. Dengan visi “diutus menjadi berkat”, Rumah Musik Siloam menjalankan misi mencari, melatih, dan mendampingi talenta muda NTT.

Baca Juga:
Perkuat Komitmen Tingkatkan Kualitas Pendidikan di NTT, Kemendikdasmen Revitalisasi Satuan Pendidikan 

Sejak 2016 hingga September 2026, Rumah Musik Siloam telah memiliki 3.413 murid, dengan 76 guru dan pegawai. Saat ini terdapat 315 murid yang mengikuti kursus dengan dukungan 35 guru dan pegawai.

Program pembinaan mencakup 17 mata kursus, antara lain gitar, vokal, paduan suara, sasando, biola, saksofon, organ, drum, ukulele, modeling, public speaking, dance, musik Islami, musik gerejawi organ, musik gerejawi kantoria, musik gerejawi worship leader, serta band junior.

Wagub Johni mengatakan, dirinya merasa bahagia dapat berada di tengah komunitas seni yang tidak hanya memberikan pelatihan musik, tetapi juga mengembangkan kemampuan anak-anak melalui seni vokal, musik, public speaking, modeling, fashion show, dan berbagai keterampilan lainnya.

Menurutnya, ruang-ruang pembinaan seperti Rumah Musik Siloam memiliki peran penting dalam membantu anak-anak mengembangkan potensi sekaligus membangun karakter. Ketika orang tua mengarahkan anak mengikuti kegiatan positif, anak memiliki ruang untuk belajar, bersosialisasi, berkreasi, dan membangun kepercayaan diri.

“Ketika orang tua membawa anaknya untuk dilatih, dibina, dan dibimbing, ini sesungguhnya sudah menyelamatkan anak dari potensi pergaulan-pergaulan yang tidak baik di zaman modern ini,” kata Johni.

Ia menyoroti tantangan yang dihadapi generasi muda di tengah perkembangan teknologi informasi dan penggunaan media sosial. Menurutnya, penggunaan perangkat digital perlu diimbangi dengan aktivitas yang mendorong kemampuan berpikir, kreativitas, interaksi sosial, serta pembentukan karakter.

Karena itu, Johni mengajak para orang tua untuk tidak membiarkan anak-anak hanya menghabiskan waktu dengan telepon seluler. Anak perlu diberikan kesempatan untuk mengembangkan bakat, belajar bekerja sama, mengikuti kompetisi, serta memperoleh pengalaman melalui berbagai kegiatan positif.

“Anak-anak kita kalau kita biarkan dia tenggelam di kamar hanya dengan pegang HP, masa depannya pasti hancur. Tapi dengan dia dibawa ke sekolah seperti ini, dia bersosialisasi, mengembangkan bakat dan kemampuannya,” ujarnya.

Johni juga mengapresiasi prestasi anak-anak NTT yang telah mampu berkompetisi hingga tingkat nasional dan internasional. Ia menilai prestasi tidak lahir secara instan, tetapi membutuhkan latihan yang konsisten, instruktur yang baik, pengalaman berkompetisi, serta dukungan orang tua dan lingkungan.

“Tidak ada sukses tanpa latihan. Tidak ada prestasi tanpa pengorbanan. Jadi latihan, latihan, latihan. Bukan cuma di sini, tetapi di mana saja berada, terutama di rumah,” tegasnya.

Berangkat dari pengalaman dirinya sebagai mantan atlet tinju, Johni membagikan perjalanan meraih prestasi melalui latihan dan disiplin. Ia mengisahkan bahwa dirinya mulai berprestasi sejak tingkat daerah, kemudian nasional, hingga tampil pada SEA Games dan Olimpiade.

Ia mengatakan, perjalanan tersebut mengajarkan bahwa keberhasilan membutuhkan kerja keras, ketekunan, disiplin, serta kemampuan untuk bangkit dari kegagalan. Menurutnya, setiap anak memiliki potensi yang berbeda dan tugas orang tua adalah membantu mengenali serta memfasilitasi potensi tersebut agar berkembang.

“Setiap anak-anak ini punya potensi, punya kelebihan sendiri-sendiri. Tinggal bagaimana bisa mengenali potensi itu, kemudian orang tua memfasilitasi supaya potensi itu berkembang menjadi hebat, berkembang menjadi juara,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Johni juga mengingatkan anak-anak tentang pentingnya membangun kebiasaan baik sejak dini. Ia mencontohkan hal-hal sederhana seperti merapikan tempat tidur, memberi salam kepada keluarga, meletakkan sepatu dan tas pada tempatnya, membersihkan peralatan makan, menjaga kebersihan, serta menyelesaikan pekerjaan sekolah sebelum bermain.

Menurutnya, kebiasaan-kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten akan membentuk karakter disiplin dan bertanggung jawab. Karakter tersebut menjadi modal penting bagi anak-anak untuk menghadapi kehidupan dan dunia kerja di masa mendatang.

“Usaha itu dimulai dari hal-hal kecil, tetapi dilakukan terus berulang-ulang setiap hari. Maka nanti anak-anak akan menjadi sukses dan menjadi orang hebat,” ujarnya.

Johni juga mendorong Rumah Musik Siloam dan para orang tua untuk memberikan perhatian terhadap kemampuan bahasa Inggris anak-anak. Penguasaan bahasa internasional tersebut dinilai dapat membuka lebih banyak kesempatan bagi generasi muda NTT untuk melanjutkan pendidikan maupun mengembangkan karier di tingkat internasional.

Ia mengajak anak-anak untuk tetap tekun mengikuti latihan musik, public speaking, modeling, maupun bidang keterampilan lain yang mereka minati. Menurutnya, proses tersebut harus dijalani secara konsisten dan tidak berhenti hanya karena menghadapi kesulitan.

Ia menambahkan, Pemerintah Provinsi NTT senantiasa mendukung generasi muda yang memiliki kemampuan, kepercayaan diri, karakter, disiplin, dan semangat pantang menyerah.

Ia pun menyampaikan apresiasi kepada para pengelola, guru, orang tua, dan seluruh pihak yang selama ini terlibat dalam pembinaan anak-anak di Rumah Musik Siloam.

“Terus berkarya, mendidik, membina, dan menuntun anak-anak kita agar mereka bertumbuh sehat, sehat intelektualnya, sehat mentalnya, dan sehat fisiknya. Mereka akan menjadi orang-orang hebat di masa depan,” pungkasnya.***

 

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NusaLontar.Com

+ Gabung

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *