KUPANG, nusalontar.com | Matahari mulai meninggi ketika rombongan PLN Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Timur (UIW NTT) tiba di Desa Oelpuah, Kamis 17 Juni 2026. Langit tampak cerah. Mungkin secerah itu pula hati Bapak Silvester Meni, Mama Tabita, dan Mama Yohana Lael, warga Desa Oelpuah, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang.
Bagaimana tidak, penantian panjang mereka untuk memiliki listrik sendiri akhirnya terwujud jua. Mereka adalah tiga dari 50 orang penerima program Light Up The Dream, yang juga mempunyai kesempatan untuk bertemu langsung dengan General Manager PLN UIW NTT, Eko Sulistyono dan jajarananya. Pada hari yang membahgiakan ini GM PLN UIW NTT hadir untuk bertemu dengan mereka sekaligus menyalakan listrik di rumah salah satu warga penerima program Light Up The Dream ini.
Di tengah kegembiraan yang dirasakan, terselip rasa haru yang ikut menelusup ke dalam kalbu. Hal itu tergambar dari bahasa tubuh, juga kata-kata yang terucap dari bibir mereka.
“Saya ucapkan banyak terima kasih kepada PLN. Dulu kami menggunakan pelita. Tiap hari harus beli 1 liter minyak tanah, sekarang rumah kami sudah terang. Bantuan ini sangat bermanfaat untuk keluarga kami,” tuturnya Mama Yohana dengan suara terbata-bata menahan haru.
Selain membuat rumahnya bercahaya, bantuan listrik ini juga membuat dia yang berjualan kecil-kecilan bisa bisa berjualan hingga malam hari.
“Saya punya kios kecil-kecilan di rumah. Dengan adanya listrik ini, sekarang saya bisa berjualan sampai malam,” ujarnya.
Senada, Mama Tabita pun menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas bantuan yang sudah diberikan oleh PLN UIW NTT. Menurutnya, kehadiran listrik sungguh-sungguh bermanfaat bagi keluarganya.
“Sekarang anak-anak sudah bisa belajar dengan baik. Rumah kami, walaupun sederhana, tapi dengan adanya listrik terasa jauh berbeda dibandingkan dengan sebelumya. Terima kasih banyak,” ungkapnya.
Kisah haru juga diungkapkan oleh Silvester Meni. Sebumnya, ia mengambil arus listrik dari rumah orang tuanya.
“Selama ini saya ambil listrik dari rumah orang tua saya, sejak tahun 2012. Petugas pasang meteran pada tanggal 15 Juni 2026. Jadi, sekitar 14 tahun saya nebeng listrik ke orang tua. Tiap bulan saya bantu bayar 100 ribu hingga 150 ribu rupiah,” bebernya.
Dengan adanya meteran sendiri, Silvester merasa sangat bersyukur dan berbahagia karena tidak perlu merepotkan orang tuanya lagi. Selain itu, biaya untuk membeli token tentu lebih murah karena pemakaiannya akan lebih sedikit.
General Manager PLN UIW NTT, Eko Sulistyono, menjelaskan bahwa program Light Up The Dream merupakan program dari PT PLN yang memberikan pemasangan listrik gratis kepada keluarga prasejahtera. Program ini menyasar masyarakat yang belum memiliki aliran listrik sendiri, dan dananya berasal dari donasi sukarela pegawai PLN.
“Ini adalah program yang diinisiasi oleh karyawan PLN. Jadi, biayanya dari para pegawai PLN, dan tujuannya adalah untuk membantu sesama kita yang belum mampu menyalakan listrik,” ucapnya.
Ia menyebut, untuk kali ini, ada 50 pelanggan yang mendapatkan program Light Up The Dream ini. Namun, selain program Light Up The Dream, ada juga program serupa bernama Tirai Kasih (Tingkatkan Rasio Elektrifikasi), yang pendanaannya berasal dari Tanggung Jawan Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN sebanyak 3000 pelanggan, serta bantuan dari pemerintah sebanyak 4.400 pelanggan untuk tahun ini.
“Ini adalah bentuk tanggung jawab PLN. Jadi, selain membangkitkan dan menjaga kelistrikan, PLN juga ikut serta dalam sisi-sisi kemanusian dan kemasyarakatan,” tandasnya.
Matahari kian meninggi, ketika rombongan PLN UIW NTT meninggalkan Oelpuah. Setinggi harapan dan impian warga Oelpuah yang rumahnya kian bercahaya.
Semoga di rumah-rumah itu, harapan akan terus bernyala, terutama di hati para orang tua yang mendambakan anak-anaknya memiliki kehidupan lebih baik, sehingga kelak bisa membeli meteran sendiri tanpa harus menunggu bantuan.
Semoga di rumah-rumah itu, harapan juga terus bernyala di hati anak-anak yang kini bisa bisa belajar dalam terang yang cukup, lalu kelak, merekalah yang alan menolong orang lain yang membutuhkan bantuan.
Di Oelpuah, ada cerita. Bukan sekadar tentang listrik yang telah bernyala, tapi lebih dari itu, di sana ada kasih yang mengalir untuk sesama, terutama kepada mereka yang sangat membutuhkan.***
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NusaLontar.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










