JAKARTA – Di tengah fluktuasi harga energi global, harga BBM RON 92 di berbagai SPBU tanah air terpantau masih stabil dan belum mengalami perubahan sejak Maret 2026. Kondisi ini berbanding terbalik dengan jenis BBM nonsubsidi lainnya yang justru mengalami lonjakan harga cukup signifikan.
Menanggapi fenomena ini, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, angkat bicara mengenai potensi penyesuaian harga di masa depan. Bahlil menyatakan telah menjalin komunikasi intensif dengan para pengelola SPBU, baik milik negara maupun swasta.
Pemerintah Serahkan pada Mekanisme Pasar
Menurut Bahlil, pemerintah tidak akan menghalangi jika pengelola SPBU merasa perlu melakukan penyesuaian pada harga BBM RON 92. Ia menekankan bahwa regulasi yang ada memang memungkinkan harga BBM nonsubsidi untuk mengikuti dinamika pasar.
“Saya berkomunikasi terus dengan teman-teman swasta, dan saya pikir mereka juga mempunyai hati yang baik untuk melihat kondisi yang ada. Tapi kalau pada akhirnya penyesuaiannya sudah bisa dilakukan, saya pikir nggak ada masalah,” ujar Bahlil saat ditemui pada Sabtu (2/5/2026).
Bahlil merujuk pada Peraturan Menteri Tahun 2022 yang mengatur bahwa harga BBM umum atau nonsubsidi, termasuk untuk kebutuhan industri, memang harus mengikuti harga pasar yang berlaku.
Perbandingan Harga BBM RON 92 vs BBM Nonsubsidi Lainnya
Hingga awal Mei 2026, pantauan di lapangan menunjukkan perbedaan mencolok antara harga BBM RON 92 dengan jenis diesel atau bensin oktan tinggi lainnya. Berikut adalah rincian perbandingan harga di beberapa penyalur:
| Jenis BBM | Harga Lama (Maret 2026) |
Harga Terbaru (Mei 2026)
|
| Pertamax (RON 92) | Rp 12.300/liter | Rp 12.300/liter |
| VIVO Revvo 92 | Rp 12.390/liter | Rp 12.390/liter |
| BP 92 | Rp 12.390/liter | Rp 12.390/liter |
| VIVO Diesel Primus | Rp 14.610/liter | Rp 30.890/liter |
| BP Ultimate Diesel | Rp 25.560/liter | Rp 30.890/liter |
| Pertamax Turbo | – | Rp 19.400/liter |
Kondisi di SPBU Pertamina dan Swasta
Di SPBU Pertamina, harga Pertamax (RON 92) masih tertahan di angka Rp 12.300 per liter. Padahal, produk nonsubsidi lainnya seperti Pertamax Turbo sudah menyentuh Rp 19.400 per liter, serta produk Dexlite dan Pertamina Dex yang masing-masing berada di level Rp 23.600 dan Rp 23.900 per liter.
Kondisi serupa terjadi di SPBU VIVO dan BP. Sementara harga produk RON 92 mereka tetap di angka Rp 12.390 per liter, produk diesel mereka melonjak drastis hingga menembus angka Rp 30.890 per liter.
Stabilitas harga BBM RON 92 ini menjadi perhatian publik, mengingat beban biaya operasional penyedia BBM yang terus meningkat. Meski saat ini harga masih bertahan, pernyataan Menteri ESDM memberi sinyal bahwa masyarakat perlu bersiap jika sewaktu-waktu terjadi penyesuaian harga demi menjaga keberlangsungan industri energi nasional.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NusaLontar.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










