Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Menperin Akui Risiko Badai PHK di Sektor Manufaktur Akibat Tekanan Geopolitik Global

200
Reporter : Dedy Editor: Redaksi
Menperin

JAKARTA – Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita memberikan peringatan serius terkait kondisi sektor manufaktur nasional. Ia mengakui bahwa risiko gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) massal kini membayangi industri dalam negeri imbas dari eskalasi konflik di Timur Tengah.

“Kita sekarang berada dalam kondisi yang memang memerlukan perhatian khusus. Tekanan ini tidak hanya dialami oleh Indonesia, tetapi juga secara global,” ujar Agus saat ditemui di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (5/5/2026).

Scroll kebawah untuk lihat konten
Mau usaha anda di lihat ribuan orang?  Klik Disini!!!
Baca Juga:
Demi Xpander, Mitsubishi Bakal Mengimpor Kembali Pajero Sport

Faktor Penyebab Tekanan Industri

Menurut Agus, sektor manufaktur saat ini sedang dihimpit berbagai persoalan krusial, di antaranya:

  • Gangguan rantai pasok global.
  • Lonjakan harga bahan baku produksi.
  • Pelemahan daya beli pasar internasional dan domestik.

Meski demikian, Menperin optimis bahwa situasi ini bersifat temporer. Ia menekankan bahwa industri Indonesia memiliki resiliensi atau daya tahan yang kuat, sebagaimana terbukti saat menghadapi krisis pandemi COVID-19 lalu.

Sektor yang Paling Terancam

Peringatan mengenai badai PHK ini selaras dengan laporan dari lapangan. Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) memprediksi ledakan PHK bisa terjadi dalam tiga bulan ke depan. Presiden KSPI, Said Iqbal, mengungkapkan bahwa industri Tekstil dan Produk Tekstil (TPT) berada di garis depan ancaman ini.

“Laporan dari anggota kami di lapangan, sektor TPT seperti pabrik benang, kain, hingga polyester sudah mulai mendiskusikan potensi pengurangan tenaga kerja,” jelas Said Iqbal.

Selain TPT, beberapa sektor lain yang turut terancam meliputi:

  1. Industri Plastik: Tertekan biaya bahan baku impor yang melambung akibat pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS.
  2. Otomotif & Elektronik: Terdampak secara tidak langsung karena ketergantungan pada komponen berbahan plastik.
  3. Industri Semen: Menghadapi masalah oversupply atau kelebihan pasokan di tengah menurunnya permintaan pasar.

Pemerintah terus memantau perkembangan ini untuk memastikan sektor manufaktur tetap menjadi tulang punggung ekonomi nasional di tengah ketidakpastian geopolitik yang masih berlangsung.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NusaLontar.Com

+ Gabung

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *