KUPANG, nusalontar.com | Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) akan menggelar Flobamorata Creative Expo (FCE). Kegiatan ini akan berlangsung pada 2 sampai 4 Oktober mendatang di Lapangan Parkir Lippo Mall Kupang.
Hal ini disampaikan Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Timur, Adidoyo Prakoso, dalam kegiatan SAnte-SANte Duduk ba Omong deng MeDia (Sasando Dia) yang digelar di Suba Suka Resto, Selasa (22/9/2026) sore.
Adidoyo menjelaskan, FCE adalah re-branding dari Exotic Tenun Fest (ETF), yang menjadi kegiatan tahunan BI NTT pada tahun-tahun sebelumnya.
“Sebelumnya, pada kegiatan Exotic Tenun Fest lebih menitikberatkan pada pengembangan dan promosi kain tenun NTT. Perubahan nama menjadi Flobamora Creative Expo (FCE) dilakukan untuk memperluas ruang promosi berbagai potensi ekonomi Nusa Tenggara Timur, sehingga tidak hanya fokus pada tenun ikat,” terang Adidoyo.
Ia menambahkan, FCE 2026 mengusung tema “Flobamorata Berkarya, Menuju Perekonomian Berdaya dan Berkelanjutan dan akan menghadirkan 53 UMKM dari berbagai sektor, mulai dari tenun ikat, kopi, kelor, kuliner lokal, hingga produk kelautan.
“Tahun ini, Flobamorata Creative Expo mengusung semangat untuk mendorong kreativitas dan inovasi UMKM di NTT. Kami ingin mendorong kreativitas UMKM agar lebih inovatif dan naik kelas,” ujar Adidoyo.
Beragam kegiatan menarik akan dihadirkan dalam FCE, mulai dari talk show, master class, hingga berbagai perlombaan.
Salah satu yang menjadi daya tarik adalah hadirnya labirin edukasi di sepanjang jalan masuk ke lokasi FCE.
“Di dalam labirin tersebut akan ditampilkan sejarah uang dan edukasi perlindungan konsumen. Masyarakat yang datang akan melewati jalan labirin tersebut sebagai sarana edukasi,” imbuhnya.
Selain itu, BI NTT juga akan memperkenalkan sesuatu yang baru dari UMKM NTT. Tiga hal utama yang akan diangkat dalam expo tahun ini yakni kopi, wastra, dan kuliner.
Untuk mendukung kampanye kuliner NTT, Chef Juna akan hadir langsung di Flobamorata Creative Expo, khususnya dalam sesi Master Class.
Menariknya, even tahun ini juga sebagai wujud kepedulian terhadap korban bencana di Flores. Beberapa persen dari penjualan UMKM selama kegiatan akan disumbangkan untuk korban bencana.
“Kami juga berkoordinasi dengan Dekranasda. Hasil penjualan tenun akan seluruhnya diberikan untuk korban bencana,” jelasnya.***
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NusaLontar.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










