Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

BI NTT Perkuat Sinergi Digitalisasi dan Pengendalian Inflasi, NTT Raih Empat Penghargaan TP2DD dan TPID

200
Editor: Joe Radha

KUPANG, nusalontar.com | Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Timur (BI NTT) bersama Pemerintah Daerah serta berbagai mitra strategis di lingkup Provinsi NTT kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional.

Dalam rangkaian Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia dan Indonesia Fintech Summit & Expo (FEKDI x IFSE) 2026 serta Rakornas TP2DD dan TPID pada tanggal 24 September 2026, NTT berhasil meraih sejumlah penghargaan bergengsi untuk kategori Wilayah Nusampua yang mencerminkan keberhasilan transformasi digital dan pengendalian inflasi daerah. 

Scroll kebawah untuk lihat konten
Mau usaha anda di lihat ribuan orang?  Klik Disini!!!

Capaian tersebut meliputi Provinsi NTT yang meraih Terbaik I TP2DD Tingkat Provinsi dan Terbaik II TPID Tingkat Provinsi, Kota Kupang yang meraih Terbaik I TP2DD Tingkat Kota, serta Kabupaten Sumba Barat yang meraih Terbaik I TPID Tingkat Kabupaten.

Penghargaan tersebut merupakan pengakuan atas komitmen dan kolaborasi berbagai pemangku kepentingan dalam memperkuat digitalisasi transaksi daerah, meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan, serta menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan di wilayah NTT.

Keberhasilan Provinsi NTT mempertahankan predikat TP2DD Terbaik I mencerminkan konsistensi daerah dalam mempercepat digitalisasi layanan publik dan transaksi pemerintah daerah. Berbagai inisiatif strategis terus dikembangkan, termasuk perluasan penggunaan QRIS serta penguatan ekosistem digital melalui inovasi aplikasi PRO NTT yang mendukung peningkatan pendapatan asli daerah. 

Pada tingkat kota, Kota Kupang kembali mempertahankan posisinya sebagai TP2DD Terbaik I, menegaskan keberhasilan transformasi digital yang dilakukan melalui digitalisasi pembayaran pajak dan retribusi daerah serta penguatan transaksi non-tunai di lingkungan pemerintah daerah.

Capaian tersebut merupakan hasil sinergi yang kuat antara Pemerintah Kota Kupang, BI NTT, industri perbankan, pelaku usaha, dan masyarakat dalam membangun ekosistem ekonomi digital yang inklusif dan berkelanjutan.

Selain mendukung percepatan digitalisasi daerah, BI NTT juga terus memperkuat koordinasi pengendalian inflasi bersama pemerintah daerah melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID). Hasil kolaborasi tersebut turut mengantarkan Provinsi NTT sebagai Terbaik II TPID Tingkat Provinsi serta Kabupaten Sumba Barat sebagai Terbaik I TPID Tingkat Kabupaten.

Prestasi ini menunjukkan efektivitas sinergi antara pemerintah daerah, Bank Indonesia, pelaku usaha, dan pemangku kepentingan lainnya dalam menjaga stabilitas pasokan, keterjangkauan harga, kelancaran distribusi, dan komunikasi yang efektif kepada masyarakat.

Tidak hanya pada aspek digitalisasi dan pengendalian inflasi, BI NTT juga aktif mendorong pengembangan talenta digital daerah pada program Pusat Inovasi Digital Indonesia (PIDI) – DIGDAYA x Hackathon 2026.

Melalui pendampingan, pembinaan, dan fasilitasi yang dilakukan BI NTT, Tim SPAY Kupang yang terdiri dari mahasiswa asal Kota Kupang berhasil menjadi Top 10 dan meraih Honorable Mention Kategori Mahasiswa dari total 2.095 proposal inovasi untuk kategori mahasiswa dan profesional. Prestasi ini menjadi bukti bahwa talenta digital NTT mampu bersaing di tingkat nasional serta menghadirkan solusi inovatif yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan pembangunan daerah.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, Adidoyo Prakoso, menyampaikan bahwa capaian ini merupakan hasil kerja bersama seluruh pemangku kepentingan di NTT.

“BI NTT akan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, instansi vertikal, industri jasa keuangan, akademisi, komunitas, dan pelaku usaha untuk mendorong digitalisasi daerah, menjaga stabilitas inflasi, serta mengembangkan talenta digital yang unggul dan inovatif,” terang Adidoyo.

Ke depan, lanjut Adidoyo, BI NTT meyakini bahwa kolaborasi yang semakin erat antar pemangku kepentingan akan menjadi fondasi penting dalam mewujudkan transformasi ekonomi dan keuangan digital yang inklusif, memperkuat ketahanan ekonomi daerah, serta mendukung pertumbuhan ekonomi Nusa Tenggara Timur yang berkelanjutan.***

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NusaLontar.Com

+ Gabung

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *