Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Pimpin Apel Pagi Perdana, Ini Penegasan Kapolda NTT yang Baru

200
Editor: Joe Radha
(Kapolda NTT) Irjen Pol. Reza Arief Dewanto, S.I.K., pada saat memimpin apel pagi perdana bersama seluruh personel Polda NTT.

KUPANG, nusalontar,com | Kepala Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur (Kapolda NTT) Irjen Pol. Reza Arief Dewanto, S.I.K., memimpin apel pagi perdana bersama seluruh personel Polda NTT di Mapolda NTT, Senin (19/10/2026). Dalam arahannya, Kapolda menekankan pentingnya menjaga disiplin, meningkatkan prestasi, mengantisipasi perkembangan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), serta memberikan pelayanan yang tulus dan humanis kepada masyarakat.

Apel pagi tersebut menjadi momentum bagi Kapolda NTT untuk menyampaikan arahan sekaligus membangun semangat dan komitmen seluruh personel dalam menjalankan tugas kepolisian. Ia mengajak setiap anggota untuk memulai pekan kerja dengan rasa syukur, semangat pengabdian, dan tekad memberikan kontribusi terbaik bagi institusi Polri dan masyarakat.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Mau usaha anda di lihat ribuan orang?  Klik Disini!!!

Mengawali arahannya, Kapolda NTT mengajak seluruh personel memanjatkan puji syukur ke hadirat Allah Subhanahu Wa Ta’ala, Tuhan Yang Maha Kuasa, karena atas rahmat dan ridho-Nya, seluruh personel dapat berkumpul dan melaksanakan apel pagi untuk memulai aktivitas selama satu pekan ke depan.

Kapolda juga menyampaikan bahwa apel tersebut merupakan apel pagi pertama yang dipimpinnya sejak bertugas di Polda NTT. Ia berharap dapat memimpin apel secara rutin, sekurang-kurangnya satu kali dalam sepekan, sebagai sarana komunikasi langsung dengan personel sekaligus menyampaikan evaluasi dan arahan pelaksanaan tugas.

Pada kesempatan itu, Irjen Pol. Reza Arief Dewanto turut menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh personel Polda NTT atas rangkaian penyambutan yang diberikan kepadanya.

“Saya merasa sangat tersanjung dan sangat terhormat ketika memasuki Polda ini dengan penyambutan yang rekan-rekan lakukan. Sekali lagi, saya ucapkan banyak terima kasih,” ungkap Kapolda.

Jaga Integritas dan Ukir Prestasi dalam Pelaksanaan Tugas

Dalam arahannya, Kapolda NTT menyampaikan bahwa berdasarkan laporan yang diterimanya, pelaksanaan kegiatan oleh seluruh fungsi dan personel di jajaran Polda NTT sejauh ini berjalan dengan baik. Ia berharap kondisi tersebut dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan melalui pengawasan, kedisiplinan, serta komitmen bersama dalam menjaga integritas.

Menurutnya, keberhasilan anggota Polri tidak cukup hanya diukur dari ketiadaan pelanggaran, tetapi juga dari kemampuan setiap personel menghasilkan prestasi melalui pelaksanaan tugas pokok dan fungsi masing-masing.

“Diharapkan hal seperti ini terus dijaga dan ditingkatkan. Jadi, bukan hanya kita tidak ada pelanggaran, tetapi setiap hari kita juga harus mengukir prestasi melalui fungsi dan tugas pokoknya masing-masing,” tegasnya.

Baca Juga:
Pemkab Sumba Barat dan PLN Bersinergi Hadirkan Layanan Kelistrikan yang Adil dan Merata

Kapolda mengingatkan agar setiap personel tidak sekadar menjalankan rutinitas, melainkan mampu memberikan hasil kerja yang optimal, profesional, dan bermanfaat bagi masyarakat.

“Enggak usah yang aneh-aneh, tetapi apa yang menjadi tugas pokok rekan-rekan, laksanakan dengan luar biasa. Jangan hanya biasa-biasa saja. Laksanakan dengan luar biasa, seperti ketika rekan-rekan menjadi polisi pertama kali dengan sangat antusias melakukan semua tugas dengan baik,” ujarnya.

Ia menambahkan, prestasi institusi berawal dari prestasi individu. Ketika setiap anggota mampu bekerja secara maksimal dan bertanggung jawab, capaian tersebut akan memberikan dampak positif terhadap kinerja fungsi maupun institusi Polda NTT secara keseluruhan.

Antisipasi Perkembangan Situasi Kamtibmas

Selain menekankan kedisiplinan dan prestasi, Kapolda NTT juga mengingatkan seluruh personel untuk mencermati perkembangan situasi nasional dan global, termasuk tekanan ekonomi yang berdampak pada sejumlah negara.

Ia menyinggung adanya dinamika sosial dan aksi demonstrasi di beberapa negara yang, menurut pemantauan yang disampaikannya, bahkan berkembang menjadi kerusuhan. Kondisi tersebut menjadi pengingat bagi jajaran kepolisian untuk senantiasa menjaga stabilitas keamanan, mengedepankan profesionalisme, dan menjalankan tugas sesuai ketentuan yang berlaku.

Kapolda berharap situasi di Indonesia, khususnya di Nusa Tenggara Timur, tetap aman dan kondusif. Karena itu, seluruh personel diminta terus meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan dalam menghadapi berbagai kemungkinan perkembangan situasi.

Terkait agenda nasional yang disebut dalam arahannya, Kapolda menyampaikan bahwa jajaran akan disiagakan untuk mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas menjelang peringatan dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Ia menyebut adanya potensi aksi demonstrasi di sejumlah wilayah sehingga kesiapan personel perlu dipastikan.

“Apapun ceritanya, kita tetap harus menyiagakan dan menyiapkan seluruh personel kita untuk mengantisipasi situasi yang paling buruk,” tegasnya.

Kapolda juga mengingatkan personel Satuan Brimob Polda NTT agar mempersiapkan diri apabila sewaktu-waktu dibutuhkan untuk memperkuat pengamanan di ibu kota melalui penugasan bawah kendali operasi (BKO) Nusantara.

Meski demikian, ia berharap situasi di Jakarta tetap berlangsung aman dan kondusif sehingga tidak diperlukan pengerahan pasukan bantuan dari NTT. Namun, kesiapan personel tetap menjadi hal yang harus diprioritaskan.

Awasi Distribusi BBM dan Tindak Penyalahgunaan BBM Subsidi

Dalam arahannya, Kapolda NTT turut menyoroti persoalan kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang terjadi di sejumlah wilayah, termasuk Bali.

Ia menyampaikan bahwa kondisi BBM di wilayah NTT berdasarkan laporan yang diterimanya relatif terkendali, meskipun terdapat kekurangan pasokan di beberapa wilayah. Untuk itu, seluruh jajaran telah diperintahkan melakukan pemantauan dan pengecekan guna mengetahui penyebab persoalan tersebut.

Kapolda menegaskan bahwa apabila kelangkaan disebabkan oleh kendala distribusi, koordinasi dengan pihak terkait, termasuk Pertamina, perlu dilakukan agar penyaluran BBM dapat kembali berjalan dengan baik.

Namun, apabila ditemukan indikasi permainan atau penyalahgunaan BBM bersubsidi yang menyebabkan kelangkaan dan merugikan masyarakat, ia meminta agar persoalan tersebut ditindak sesuai ketentuan hukum.

“Jangan sampai ada permainan-permainan penyalahgunaan BBM subsidi yang mengakibatkan kelangkaan. Kalau kita temukan, ya kita langsung tindak,” tegasnya.

Arahan tersebut menjadi penekanan bagi jajaran kepolisian untuk menjalankan fungsi pengawasan secara aktif, memastikan distribusi BBM berjalan sesuai ketentuan, serta mencegah praktik yang dapat mengganggu kepentingan masyarakat.

Layani Masyarakat dengan Tulus dan Humanis

Menutup arahannya, Kapolda NTT mengingatkan seluruh personel bahwa tugas kepolisian pada hakikatnya adalah menjaga ketertiban, melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat.

Ia mengajak setiap anggota memandang masyarakat bukan sekadar sebagai pihak yang harus dilayani, melainkan sebagai bagian dari keluarga sendiri. Di tengah masyarakat terdapat orang tua, pasangan, anak, saudara kandung, dan kerabat para personel yang juga membutuhkan rasa aman serta pelayanan yang baik.

“Kalau kita berbuat baik kepada masyarakat, anggap saja itu berbuat baik kepada orang tua, saudara kandung kita, mertua kita, istri kita, dan anak kita. Karena mereka juga bagian daripada itu,” tuturnya.

Kapolda menekankan bahwa pendekatan tersebut diharapkan dapat menumbuhkan kepedulian, empati, dan ketulusan dalam setiap pelaksanaan tugas. Dengan menempatkan diri sebagai bagian dari masyarakat, setiap personel diharapkan mampu memberikan pelayanan yang lebih humanis, adil, dan bertanggung jawab.

Ia juga mengajak seluruh personel untuk terus bekerja sama, menebarkan kebaikan, dan melaksanakan tugas dengan ikhlas. Menurutnya, setiap perbuatan baik yang dilakukan dengan niat tulus akan memberikan manfaat, baik bagi masyarakat maupun bagi diri sendiri dan keluarga.

“Kalau kita tidak peduli dengan orang-orang lain, minimal peduli dengan keluarga kita. Yakinlah keluarga kita senang, masyarakat juga pasti senang. Kalau masyarakat susah, keluarga kita juga susah,” ungkapnya.

Kapolda NTT berharap seluruh personel dapat menjaga semangat pengabdian selama sepekan ke depan, meningkatkan kualitas pelaksanaan tugas, serta senantiasa mengedepankan integritas dan kepedulian terhadap masyarakat.

Mengakhiri arahannya, ia mengajak seluruh anggota untuk menjadikan setiap tugas sebagai kesempatan berbuat baik dan memberikan pengabdian terbaik bagi bangsa dan negara.

“Mudah-mudahan ke depan, satu minggu ke depan kita bisa melakukan hal-hal baik dan semoga apa yang kita lakukan semua selalu dalam lindungan Allah Subhanahu Wa Ta’ala, Tuhan Yang Maha Kuasa,” tutup Kapolda NTT.

Melalui apel pagi perdana ini, Kapolda NTT menegaskan pentingnya membangun personel yang disiplin, berintegritas, berprestasi, tanggap terhadap perkembangan situasi, serta memiliki kepedulian yang tinggi terhadap masyarakat. Semangat tersebut diharapkan menjadi landasan bagi seluruh jajaran Polda NTT dalam mewujudkan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif serta pelayanan kepolisian yang semakin profesional dan humanis.***

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NusaLontar.Com

+ Gabung

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *